Leonardo DiCaprio Puji Kinerja Menteri Susi Pudjiastuti Di Konferensi PBB

Leonardo DiCaprio Puji Kinerja Menteri Susi Pudjiastuti Di Konferensi PBB


INDOSEJATICOM - Nama Indonesia kembali harum di kancah dunia, setelah salah satu putri bangsa terbaiknya mendapatkan pengakuan dari PBB atas kinerja, prestasi, dan kontribusinya demi Tanah Air. Ia adalah Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti.

Pujian juga datang dari Duta Perdamaian PBB dan sekaligus aktor Hollywood ternama Leonardo DiCaprio.

Pemenang Oscar kategori Aktor Terbaik itu menyampaikan pujiannya melalui sebuah pesan video yang ditayangkan dalam acara World Oceans Day 2017, di markas PBB, New York City, Kamis 8 Juni lalu.

"Beberapa waktu lalu, sekitar 10.000 kapal ikan secara ilegal masuk ke perairan Indonesia. Mereka mengambil ikan dan mendapatkan keuntungan, sedangkan nelayan lokal yang mengalami dampak buruknya," kata DiCaprio mengawali pesannya.

Kemudian, Pemenang Oscar kategori Aktor Terbaik 2016 itu memuji kinerja Menteri Susi atas upayanya dalam menangani situasi penangkapan ilegal di Tanah Air.

"Menteri Susi melakukan usaha memberantas kegiatan ilegal ini dan memberikan contoh upaya menuju era baru transparansi pengelolaan perikanan," tambah DiCaprio.

Menurut penjelasan DiCaprio, upaya tersebut dilakukan dengan membuat sistem pemantauan kapal ikan berbasis satelit. Sistem pemantauan itu diyakini dapat menekan dan meminimalisasi aksi penangkapan ilegal di perairan Tanah Air.

"Dengan membuat sistem pemantauan kapal perikanan menggunakan satelit yang dapat diakses melalui platform Global Fishing Watch yang yayasan saya sangat bangga dapat mendanainya. Ini merupakan bukti, bahwa salah satu negara perikanan terbesar di dunia berkomitmen untuk membagikan data pemantauan kapal," ujar pemeran film Titanic dan The Revenant itu.

Terkait hal tersebut, Leonardo di Caprio memuji aksi Menteri Susi, dan mengatakan, "ini adalah jenis kepemimpinan yang berani dan inovatif yang diperlukan seluruh dunia."

Sistem Pemantauan Kapal Perikanan

Sistem yang disebut DiCaprio dikenal dengan sebutan Vessel Monitoring System (VMS). Sebutan itu merupakan sebuah istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan sistem pemantauan yang digunakan dalam aktivitas penangkapan ikan komersial agar organisasi regulator lingkungan, kelautan, dan perikanan (seperti KKP-RI) mampu melakukan pengawasan secara optimal dan efektif.

Pada dasarnya, VMS berfungsi seperti GPS, yakni menentukan lokasi sebuah kapal nelayan di waktu tertentu secara real-time. Rekam data tersebut dapat digunakan organisasi regulator perikanan untuk mengetahui apakah ada kapal nelayan asing yang berada di perairan ilegal dan melakukan penangkapan terlarang.

Sistem tersebut telah diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP-RI). Pada September 2016 lalu, Menteri Susi sempat melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri peluncuran Global Fishing Watch, salah satu jenis varian VMS.

Sang menteri mengungkapkan bahwa Global Fishing Watch merupakan sebuah program di mana masyarakat dapat mengakses dan melihat pergerakan kapal serta aktifitas perikanan di seluruh dunia. Masyarakat tinggal mengakses globalfishingwatch.org secara gratis dan real-time.

"Kunjungan ke Washington menghadiri launcing Global Fishing Watch. Ini Google buat marine traffic website, bisa diakses publik walaupun tidak seaktual yang punya kita," ujar Susi Pudjiastuti di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis 22 September 2016.

Susi menjelaskan, program ini digagas oleh dua organisasi non-profit yaitu Oceana dan SkyTruth yang bekerjasama dengan Google. Program ini juga didana oleh Leonardo DiCaprio.

"Bisa diakses mungkin tidak current time tapi akuransi bisa real time‎. Di danai Leonadro DiCaprio, untuk pendanaan riset dan program," lanjut dia.

Dia juga menyatakan, dengan adanya Global Fishing Watch ini memiliki dampak positif perikanan Indonesia. Adanya program ini, pemerintah dan masyarakat bisa memantau pergerakan kapal sehingga akan lebih mudah mendeteksi jika ada kapal ilegal yang masuk ke perairan Indonesia.

"Dengan ini, bisa memantau traffic di lautan seluruh dunia. Bisa juga menekan IUU fishing di seluruh Indonesia. Kita jadi partisipan pertama yang share VMS (Vessel Monitoring System) kita dengan Google. Sehingga yang ber-VMS bisa terpantau, yang tidak ber-VMS juga bisa terpantau, tapi kita tidak tahu itu kapal apa. Kalau yang ber-VMS jelas kapal itu kapal ikan," tandas dia.

‎Saat ini Global Fishing Watch masih menggunakan data Automatic Identification System (AIS) untuk menunjukan kegiatan perikanan di seluruh dunia.


Sumber: Liputan6
Read More
Kapolri:"Kalau Ada POLANTAS Minta Uang Damai,Direkam Saja,Nanti Saya Pecat Secara Tak Hormat !!"

Kapolri:"Kalau Ada POLANTAS Minta Uang Damai,Direkam Saja,Nanti Saya Pecat Secara Tak Hormat !!"



INDOSEJATICOM - Dianggap banyaknya oknum polisi terlebih anggotanya di bagian divisi POLANTAS yang sering meresahkan dan bahkan menyusahkan masyarakat, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan dengan segera akan mengubah cara pemolisian terutama oleh anggota-anggota di lapangan yang kerap kali berhadapan dengan masyarakat.

"Saya berharap Polri harus melakukan suatu perubahan. Karena memang cara pemolisian dan masyarakat juga berubah. Tuntutan tranparansi semakin hari semakin jelas. Pemolisian Polri harus menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada," ungkapnya.

Tito mencontohkan ‎dulu, seorang tersangka tidak bisa mempraperaldilkan statusnya. Namun kini tersangka punya hak untuk mengajukan praperadilan atas penetapan status tersebut.Sehingga penyidik pun harus berubah, tidak bisa sewenang-wenang dan seenaknya dalam menetapkan tersangka. Harus betul-betul melakukan penyelidikan dan penyidikan yang cermat.

"Lalu sekarang ini kemajuan teknologi terus berkembang, masyarakat bisa merekam setiap aktivitas anggota Polri yang menyimpang dan dilaporkan. ‎Jadi anggota juga harus merubah prilaku dan harus jadi teladan,Terlebih utama yang saat ini sudah menjadi polemik masyarkat luas yang selalu saja menjadi sorotan yaitu para anggota Polantas yang bertugas di lapangan sering bekerja di luar dari ketentuan hukum yang secara terang terangan melakukan pemerasan saat menilang.

"Jadi dalam hal ini saya meminta bantuan dari seluruh lapisan masyarakat untuk jangan pernah takut apa lagi resah dan di ancam ancam oleh anggotanya dan jangan pula takut untuk merekam para anggota yang bekerja tidak semestianya atau minta UANG DAMAI di kala anda ditilang, karena saya yang orang yang paling pertama membela masyarakat INDONESIA jika ada ancaman dari anggota saya kepada masyarakat INDONESIA" tegasnya.

Lebih lanjut mantan  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ini juga menginginkan agar kinerja seluruh anak buahnya meningkat‎ dan performanya kian maksimal.

"Sederhana saja, saya harap kinerja meningkat dan performa anggota maksimal. ‎Jadilah pengayom masyarakat yang baik, semakin melayani," tutur Tito.Termasuk Tito juga berpesan agar sinergritas dengan lembaga penegak hukum lain seperti KPK dan Kejaksaan juga harus ditingkatkan dan dieratkan

Sumber: Kompas.com
Read More
Fahri Hamzah Khawatir Indonesia Banyak Musuh Jika Ikut Serang ISIS Di Filipina

Fahri Hamzah Khawatir Indonesia Banyak Musuh Jika Ikut Serang ISIS Di Filipina



INDOSEJATICOM- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, keterlibatan TNI dalam penggempuran Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Filipina bagian selatan harus atas dasar kepentingan nasional.

Sebab, kata dia, tugas negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indoensia. Bukan melindungi tumpah darah warga negara lain.

"Kebijakan pertahanan Indonesia harus berbasis kepada kepentingan nasional, bukan kepentingan negara lain," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Fahri juga mengkhawatirkan Indonesia akan memiliki banyak musuh jika ikut terlibat. Ia menyinggung soal penolakan TNI untuk terlibat dalam ajakan menyerang Yaman. Menurutnya, hal tersebut tak bisa diputuskan secara sembarangan.

"Pernah ada ajakan menyerang Yaman. Kita juga enggak mau sembarang melakukan itu. Tapi kalau menyelamatkan warga Indonesia itu sudah kewajiban kita sebagai aparatur negara," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengizinkan Indonesia terlibat dalam operasi militer untuk menggempur ISIS di Marawi, Filipina Selatan. Operasi tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran kekuatan kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS.

"Presiden Filipina Duterte sudah mengiyakan. Saya sudah bertemu Presiden Filipina dan Menhan Filipina. Dia dukung penuh, silahkan saja katanya," ujar Ryamizard.

Ryamizard mengatakan, rencana operasi militer tersebut masih menunggu pembentukan payung hukum yang tepat.

Sumber: Kompas.com
Read More
Indonesia, Malaysia, Filipina Gelar Manuver Tempur Di Laut Sulu

Indonesia, Malaysia, Filipina Gelar Manuver Tempur Di Laut Sulu


INDOSEJATICOM- Kapal perang dari Indonesia, Filipina dan Malaysia melakukan manuver tempur di wilayah perairan di utara Kalimantan. Helikopter tempur dan pesawat mata-mata juga turut meramaikan acara yang dihadiri oleh menteri pertahanan dari ketiga negara tersebut.

Manuver itu sekaligus membuka patroli bersama yang digelar menyusul pemberontakan militan Islam di selatan Filipina.

Militer Filipina mengkhawatirkan gerilayawan ISIS dapat meyelinap ke negara lain lewat gelombang pengungsi. “Kita harus mengawasi 500 hingga 600 teroris di sini, 257 di antaranya berhasil dibunuh. Sisanya menyatu dengan pengungsi supaya bisa keluar,” kata Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo.

Indonesia juga mengirimkan tiga pesawat tempur Sukhoi untuk membantu pengamanan di utara Kalimantan. Ketiga pesawat saat ini disiagakan di pangkalan udara militer di Tarakan. Di kota itu Gatot Nurmantyo juga meresmikan pusat komando militer, sebagai bagian dari komitmen keamanan yang dibuat dengan Filipina dan Malaysia.

Ketiga negara sebelumnya menyepakati pembentukan tiga pusat komando militer di sekitar Laut Sulu “guna memfasilitasi komunikasi dan intelijen. Empat, membentuk jaringan komunikasi untuk keadaan darurat,” kata Gatot.

“Ketiga pusat komando akan berfungsi seperti segitiga, seperti jaring laba-laba, di mana semua yang ada di dalamnya diawasi.

TNI Angkatan Laut juga meminta nelayan lokal meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan jika ada sesuatu yang mencurigakan. Sebagai tambahan Kepolisian RI mengirimkan Brigade Mobil ke utara Sulawesi untuk menjaga kawasan perbatasan untuk mencegah masuknya gerilayawan ISIS.


Sumber : DW
Read More
AS dan Prancis Seperti Dapat Durian Runtuh Karena Bangkrutnya PT Dirgantara Indonesia

AS dan Prancis Seperti Dapat Durian Runtuh Karena Bangkrutnya PT Dirgantara Indonesia


INDOSEJATICOM- Sebanyak 45 profesor dan doktor asal Indonesia yang sudah berkarier dan menetap puluhan tahun di luar negeri berkumpul di Jakarta, Minggu 18 Desember 2016. Mereka datang memenuhi undangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI untuk memberikan bimbingan kepada ratusan peneliti dari 55 universitas dan perguruan tinggi nasional.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi, Kemenristekdikti RI, Ali Ghufron Mukti menyatakan, mereka merupakan profesor kelas dunia yang telah menerbitkan ratusan publikasi internasional. Mereka akan tinggal di Indonesia selama sepekan.

“Program diaspora ini sangat penting. Mereka akan berkolaborasi, berbagi pandangan dan pengalaman dengan para doktor dan mahasiswa S3 dalam pengembangan penelitian. Tidak menutup kemungkinan, para profesor ini tertarik untuk kembali pulang dan menetap di Indonesia,” ujar Ali dalam sesi ramah tamah bertema “Ngopi Sore Bersama Profesor Diaspora”, di FX Senayan, Jakarta.

Dalam sesi diskusi tersebut, para profesor diaspora memberikan beragam pandangan dan masukan untuk perbaikan kualitas pendidikan tinggi nasional. Profesor Deden Rukmana misalnya, ia menegaskan saat ini banyak sekali profesor Indonesia yang mengajar di berbagai universitas di Amerika Serikat. Menurut dia, mereka ingin pulang dan mengabdi di tanah air.

“Tapi ada mekanisme yang harus disinergiskan dengan pemerintah. Seperti rencana jangka panjang kurikulum pendidikan tinggi. Terkadang, keahlian yang kami miliki dan berguna di luar negeri justru susah diterapkan di Indonesia,” ujar ahli tata kota dan transportasi massal asal Bandung ini.

Ahli pesawat dan penerbangan Dwi Hartanto menambahkan, setelah PT Dirgantara Indonesia bangkrut, banyak penelitinya yang kini bekerja di Airbus dan Boeing. “Sebagian besar dari mereka menempati posisi strategis, bahkan ada yang di top level. Amerika dan Prancis mendapat durian runtuh dari Indonesia,” katanya. Dwi kini menjadi peneliti di Belanda dan sudah menetap sekitar 15 tahun.

Selain Dwi dan Deden, para profesor lain yang hadir di antaranya adalah para ahli farmasi, perminyakan, dan komunikasi sosial. “Jakarta ini satu-satunya kota besar di dunia yang belum memiliki MRT. Dan ini sangat unik karena Indonesia memiliki banyak sekali ahli transportasi massal,” kata Deden.

Para profesor diaspora itu di antaranya akan mengunjungi ITB, UNS, ITS, Undana. Program diaspora merupakan langkah awal dari rencana Kemenristekdikti untuk mengundang 500 profesor kelas dunia yang akan membimbing para peneliti nasional agar produktif dalam membuat publikasi internasional.


Sumber: Lancercell.com
Read More
loading...
loading...