Indonesia Akan Jadi Negara Pertama di ASEAN yang Gunakan Jet Tempur Sukhoi 35

Indonesia Akan Jadi Negara Pertama di ASEAN yang Gunakan Jet Tempur Sukhoi 35


INDOSEJATICOM - Indonesia akan membeli pesawat tempur mutakhir buatan Rusia, Sukhoi 35.
Indonesia, dalam hal ini TNI AU, sejak diembargo di bidang militer oleh negara-negara Barat pascareformasi, memang belakangan melirik alutsista Rusia.

Indonesia membeli pesawat tempur buatan Sukhoi, Russia, pertama kali adalah pada 2002 lalu, yakni SUK-27 dan SU-30, masing-masing dua unit.

Kemudian tahun 2006, pemerintah kembali membeli pesawat serupa dari Rusia tersebut.
Di era pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pada 2010 lalu, pemerintah sempat berencana membeli ratusan unit Sukhoi namun rencana tersebut tidak kunjung terealisasi.

Kini pemerintah, melalui Menteri Ryamizard Ryacudu, berencana membeli 11 unit pesawat SU-35, pesawat tempur generasi empat plus, produksi negara Beruang Merah.

Kepada wartawan di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Ryamizard Ryacudu, mengatakan Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki SU - 35, setelah Russia yang merupakan produsen pesawat tempur tersebut.

"Ini kan (Indonesia) nomor dua setelah Russia (yang memiliki SU-35), yang lain kan SU-30. Alhamdullilah, sudah dapat (varian) paling baru, kita dapat sebelas," katanya.

Salah satu kelebihan pesawat tersebut menurut Ryamizard Ryacudu, adalah SU - 35 bisa mengendus kehadiran musuh dari jarak ratusan kilometer. Teknologi yang dimiliki SU-35 konon juga mampu mengunci sejumlah sasaran sekaligus dalam satu waktu.

Dikutip dari www.sukhoi.org, pesawat SU-35 hadir dengan design yang memungkinkan pesawat tersebut dioperasikan selama 30 tahun, di mana setiap 1,500 jam penggunaan pesawat tersebut harus menjalani 'service besar.'

SU - 35 memiliki panjang 21, 9 meter, dengan lebar 15, 3 meter. Pesawat yang dilengkapi dengan sepassang mesin Saturn izdeliye (Product) 117S (AL-41F1S) turbofan itu, mampu melesat hingga dua kali kecepatan suara hingga 2.400 kilometer per jam.

Jika Indonesia jadi membeli sebelas unit Sukhoi SU - 35, maka Indonesia adalah negara kedua yang membeli pesawat tersebut dari Russia, setelah sebelumnya Tiongkok pada 2015 lalu membeli 24 unit Sukhoi SU - 35, dengan nilai transaksi sebesa 2 miliar dollar AS.


Sumber: Tribunnews
Read More
Kapal Perang AS Tabrakan di Dekat Indonesia, TNI Siapkan Pertolongan

Kapal Perang AS Tabrakan di Dekat Indonesia, TNI Siapkan Pertolongan


INDOSEJATICOM - Foto dan video kondisi kapal perang Amerika Serikat (AS) USS John S McCain setelah tabrakan di timur Selat Malaka, dekat Indonesia dan Singapura, telah beredar. Lambung kapal Pentagon itu penyok dan mengalami kebanjiran.

Kapal USS John S McCain bertabrakan dengan kapal MN Alnic MC yang diduga milik Singapura, pagi tadi. Lima pelaut AS terluka dan sepuluh pelaut lainnya hilang.

Kapal perang Pentagon jenis perusak ini telah tiba di Pangkalan Angkatan Laut Changi di Singapura dengan kerusakan yang signifikan di mana beberapa kompartemen mengalami kebanjiran.

”Kerusakan yang signifikan pada lambung menyebabkan banjir ke kompartemen di dekatnya, termasuk tempat tidur, mesin, dan ruang komunikasi. Ada upaya pengendalian kerusakan oleh awak kapal menghentikan banjir secara lebih lanjut,” kata Armada ke-7 Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today.

Empat dari lima pelaut AS yang terluka telah dikirim ke rumah sakit militer. Menurut Armada ke-7 Angkatan Laut AS, luka yang diderita para korban tidak mengancam jiwa. Satu korban luka lainnya tidak membutuhkan perawatan medis lebih lanjut.

Sementara itu, Otoritas Maritim dan Pelabuhan (MPA) Singapura mengatakan, kapal MN Alnic MC mengalami kerusakan pada tangki. Kru kapal niaga tidak mengalami cedera.

”Tidak ada laporan tentang polusi minyak dan lalu lintas di Selat Singapura,”  kata MPA dalam sebuah pernyataan. Menurut seorang kru kapal kepada Reuters, kapal niaga pengangkut minyak ini membawa sekitar 12.000 ton bahan bakar minyak dari Taiwan ke Singapura saat insiden terjadi.


Indonesia Siap Tolong

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyatakan, Indonesia siap membantu proses evakuasi dan pencarian korban tabrakan kapal perang Amerika Serikat (AS) dan kapal niaga di timur Selat Malaka. Lima pelaut AS terluka dan 10 pelaut lainnya hilang dalam insiden pagi tadi.

Menurut Kemlu, proses pertolongan akan dikoordinasikan dengan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI).

”Apabila kita dibutuhkan, kita akan membantu. Tapi, hal ini peru dikoordinaiskan terlebih dahulu dengan TNI, karena mereka yang berweanang,” kata juru bicara Kemlu RI Arrmanatha Christiawan Nasir.


Sumber: Sindonews
Read More
Dubes Malaysia: Layaknya Adik-Kakak, Ketegangan Antara Malaysia-RI Hal Biasa

Dubes Malaysia: Layaknya Adik-Kakak, Ketegangan Antara Malaysia-RI Hal Biasa


INDOSEJATICOM - Duta Besar Malaysia untuk Malaysia untuk Indonesia Dato’ Seri Zahrain Mohamed Hashim mengatakan, Malaysia dan Indonesia adalah saudara dekat. Zahrain mengatakan, selayaknya hubungan saudara dekat, pasti sekali-sekali terjadi perselisihan diantara kedua pihak.

"Kita sadar, Malaysia dan Indonesia ini dari segi sejarah mungkin satu negara dahulu, tapi sejarah telah memisahkan kita. Sayangnya hal itu terjadi. Tapi, bagaimanpun kita saat ini sudah menjadi dua negara yang berdaulat. Tapi, kita tidak harus lupa kedua negara ini, nusantara ini kita bangun bersama," kata Zahrain pada Senin.

Dia lalu mengatakan, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah menyampaikan satu pesan kepadanya sebelum dia mulai bertugas di Indonesia beberapa tahun lalu. Pesan itu adalah Indonesia adalah negara yang penting bagi Malaysia.

"Dia (Najib) mengingatkan saya betapa pentingnya Indonesia untuk Malaysia, dan kita harus anggap Indonesia sebagai negara spesial untuk bekerjasama, untuk membangun kerjasama yang erat. Kita saling membutuhkan," ucapnya.

Sementara itu, mengenai kerap terjadinya ketegangan antara Malaysia dan Indonesia, Zahrain mengatakan ibarat hubungan adik dan kakak hal ini bukanlah sesuatu yang aneh. Tapi, ketegangan ini seharusnya tidak membuat hubungan Malaysia dan Indonesia goyah, karena menurut Zahrain hubungan baik kedua negara akan menghasilkan banyak sekali hal positif bagi kedua negara.

Hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia sendiri tahun ini telah mencapai angka 60 tahun. Hal ini menjadikan Malaysia sebagai salah satu negara dengan hubungan bilteral paling panjang dengan Indonesia.


Sumber: Sindonews

Read More
Tentara OPM Serahkan Diri, TNI: Mereka Lihat Papua Semakin Maju

Tentara OPM Serahkan Diri, TNI: Mereka Lihat Papua Semakin Maju


Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) diberitakan sebelumnya merasa sangat tertipu oleh kelompok tertentu sehingga memutuskan untuk kembali bergabung dan menyerahkan diri ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

TNI menilai jika penyerahan diri yang dilakukan oleh TPN-OPM itu lantaran pembangunan di Papua yang bisa dibilang semakin maju. Sementara mereka yang tergabunng dalam TPN-OPM malah semakin tertinggal.

“Mereka yang di dalam itu melihat luar itu semakin maju sementara kita di dalam makin menderita, nah itu yang terjadi,” ujar Kapendam XVII/Cendrawasih Letkol Inf Muhammad Aidi saat dihubungi.

Aidi juga menjelaskan jika pemerintah serta TNI melakukan berbagai upaya untuk kegiatan yang bermanfaat untuk yang ditujukan pada masyarakat. Dan sebaliknya, sekali lagi, mereka yang gabung ke dalam TPN-OPM malah hidup serba kekurangan dan memprihatinkan.

“Jadi yang kita lakukan kegiatan TNI khususnya melalui kegiatan teritorial, pertanian, persawahan, pembangunan jalan, pengobatan, selama ini mereka melihat yang di hutan itu merasa berjuang tapi tidak mendapatkan apa-apa,” katanya.

Dan alasan lainnya TPN-OPM tak bisa membuktikan penjajahan yang dilakukan oleh Indonesia seperti yang disuarakan mereka selama ini. Justru sebaliknya pemerintah Indonesia malah memberikan keistimewaan kepada setiap warga Papua untuk bisa mengembangkan daerahnya.

Sebelumnya, diberitakan Panglima TPN-OPM Yapen Timur yakni Kris Nussy alias Corinus Sireri bersama dengan anak buahnya menyerahkan diri . Corinus baru menyadari jika ia dan anak buahnya ditipu mentah-mentah oleh pihak kelompok OPM di Papua dan menyatakan perjuangan mereka akan menghasilkan kemerdekaan Papua.


“Selama ini kami ditipu. Kami capek berjuang di hutan tetapi tidak ada yang kami dapatkan,” ujar Corinus usai menyerahkan 12 pucuk senjata kepada Kabinda Papua dan Tim Maleo, Kodam XVII Cenderawasih di bukit Wadafi kampung Mamarimp, Distrik Wadamomi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Ia menjelskan lebih lanjut lagi jika perjuangan yang dilakukan hampir 20 tahun terakhir tak membuahkan hasil. Perjuangan itu malah menuai kebencian dari masyaraat Papua sendiri.


Sumber: Detik.com

Read More
Ternyata Bendera Indonesia Terbalik Adalah Kesengajaan, Ini Faktanya

Ternyata Bendera Indonesia Terbalik Adalah Kesengajaan, Ini Faktanya


INDOSEJATICOM - Entah apa yang ada di benak kita saat ini ketika melihat betapa rendahnya cara Malaysia melecehkan dan mempermalukan Indonesia di Sea Games 2017. Terlepas kalau hal ini masih dicari kebenarannya apakah karena kesengajaan atau tidak, Bendera Indonesia terbalik tidak hanya ditemukan dalam buku panduan, melainkan juga di salah satu koran Malaysia.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara. Menkominfo menyatakan menyesalkan hal tersebut sampai bisa terjadi. Apalagi ini bukan hanya pada satu kejadian yang menunjukkan bahwa ini bukan kekeliruan dan ketidaksengajan.

“Sebagai negara tetangga, yang bersahabat tentunya harus dicek kenapa terjadi salah cetak. Karena salah cetak tersebut terjadi di buku panduan, kemudian juga ada koran di sana juga salah cetak terbalik warnanya bukan merah putih tapi putih merah,” kata Menkominfo Rudiantara di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Itu harus segera diurus, walaupun pihak Malaysia sudah meminta maaf melalui surat terbuka, tapi ini tetap harus diselesaikan. Tidak bisa hanya selesai hanya dengan minta maaf yang terbuka, katakan lah disebarkan melalu media sosial,” ucapnya.

Menurut saya ini namanya sudah SANGAT KETERLALUAN. Bagaimana bisa bendera kita itu sampai dua kali terbalik dibuat mereka dalam pemberitaan dan informasi mengenai Sea Games. Ada di dalam buku panduan dan ada juga dalam koran tersebut. Terlepas apakah hal tersebut adalah rentetan dari tampilan bendera terbalik dalam buku panduan yang dikutip, hal ini jelas sangat melecehkan.

Sejak kapan PBB atau internet dan tempat lain membuat bahwa Indonesia benderanya terbalik. Kalau memang sulit tahu bagaimana bendera Indonesia, cukup cari saja di google seperti berikut ini.



Apa sih susahnya mencari gambar bendera Indonesia?? Anehnya bendera negara Asean lain yang lebih rumit dari Indonesi bisa benar mereka tampilkan. Bahkan bendera Timor Leste yang adalah pecahan Indonesia juga tidak salah mereka tampilkan.

Karena ini memang menjadi sangat wajar kalau warga Indonesia menganggap Malaysia sedang mencari masalah dan mau cari berantem dengan orang Indonesia. Terlalu naif rasanya ini dijadikan sebuah alasan tidak sengaja. Ini jelas disengaja untuk tidak teliti. Karena kalau sengaja teliti pastilah tidak akan terjadi seperti ini.

Hal speerti ini tidaklah bisa dibiarkan. Sudah sangat tersebar dan sangat memalukan. Bahkan pada akhirnya jadi kembali memanas hubungan antar warga Malaysia dan Indonesia terkait insiden ini. Saling serang dan sindir terjadi. Suasana yang tidak baik apalagi dalam suasana Sea Games 2017.

Kondisi ini pada akhirnya membuat suasana persahabatan yang harusnya diusung dalam even Sea Games 2017 tidak lagi kondusif. Apalagi terjadinya kepada dua negara yang punya sejarah buruk dalam berelasi. Ya, Indonesia dan Malaysia memang punya banyak pergesekan yang terjadi.

Salah satunya adalah masalah imigran gelap yang sering menjadi polemik dalam hubungan diplomasi antara Indonesia dan Malaysia. Baru-baru ini saja masalah imigran gelap masih terus menjadi polemik. Itulah juga yang sering membuat Indonesia dipandang remeh oleh Malaysia.

Tidak heran kalau pengalaman teman pernah ke Malaysia sorot mata orang Malaysia selalu curiga bahwa kita adalah seorang asisten rumah tangga atau buruh kasar. Sangat miris dan menyedihkan. Jadi, tidak heran kalau akhirnya kejadian seperti ini pun hanya dianggap sepele dan bisa diselesaikan hanya dengan minta maaf.

Bolehkah seperti itu?? Saya tidak setuju dan tidak akan pernah menyetujui hal ini diselesaikan dengan minta maaf. Harus ada penjelasan secara media dan disebar di media sosial dan cetak di Malaysia selama beberapa hari menampilkan bendera Indonesia yang sebenarnya.

Mengapa hal ini perlu dilakukan, karena ini bukan persoalan sepele. Ini persoalan menghargai bendera bangsa dan negara. Ini persoalan kedaulatan, bukan soal gambar biasa. Itulah mengapa rakyat Malaysia sepertinya perlu dibiasakan dengan bendera merah putih sebenarnya.

Saya berharap pemerintah Indonesia tidak lembek kepada Malaysia ini dan tidak perlu sungkan untuk menjaga kondusivitas Sea Games 2017. Sebagai negara kita harus tegas supaya tidak disepelekan dan ini menjadi hal penting untuk negara-negara lainnya.

Jadi, jangan kendorkan. udah terlalu sering kita dilecehkan oleh Malaysia. Gebuk dan Tendang Pak Jokowi.


Sumber:http://ift.tt/2vd5LxP
Read More
loading...
loading...